Aku-Rektor-dan kawan-kawan

Acara Itikaf Mahasiswa Universitas Djuanda Bogor Di Ciloto Puncak

Acara Wisuda

Langkah Awal Menuju Cita-cita

Foto Guru-guru Acara Wisuda

SMP AMALIAH CIAWI BOGOR

Cita-Cita

Mesti Harus Merangkak

Merindukan Rasulullah

Masjid Nabawi

Senin, 12 Mei 2014

Tafsir Pendidikan Maryam


oleh : 
Zaenal Arifin 
Nur Farida 
Pascasarjana PTIQ JAKARTA





A.  Latar Belakang
Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui

Allah telah memilih Adam yang merupakan bapak seluruh manusia sebagai manusia pilihan untuk mengemban misi kenabiaan. Nuh” sesepuh para Rasul (syaikh al-Mursalin) “Keluarga Ibrahim,” keluarga dan kerabat terdekatnya. Mereka adalah Ismail, Ishaq dan para nabi keturunan keduanya, termasuk nabi Muhammad yang merupakan penutup para nabi. Dan Keluarga Imran, diantara mereka adalah Isa bin Maryam yang merupakan Nabi terakhir dari bani Israil.
Satu-satunya surat dalam al Quran yang diberi nama dengan sebuah keluarga adalah surat ali Imran (keluarga Imran) tentu bukan sebuah kebetulan nama keluarga ini di pilih menjadi salah satu nama surat dalam al Quran. Di samping untuk menekankan pentingnya pembinaan keluarga, pemilihan nama ini juga mengandung banyak pelajaran yang dapat di petik dari potret keluarga Imran.
Satu hal yang unik adalah profil Imran sendiri yang namanya diabadikan menjadi nama surat ini tidak pernah disinggung sama sekali, yang banyak dibicarakan justru adalah istri Imran dan putrinya Maryam.
Perjalanan keluarga Imran terekam dalam Al Quran pada saat Imran dan istrinya sudah berusia lanjut, akan tetapi belum dikaruniakan seorang anak. Maka istri Imran bernazar, seandainya ia dikaruniai Allah seorang anak maka ia akan serahkan anaknya menjadi pelayan rumah Allah (baitul Maqdis). Harapan ibu ingin mendapatkan seorang anak laki-laki tetapi Allah memberikan anak perempuan yang kemudian diberi nama Maryam.
Maryam adalah wanita perawan yang suci, dibesarkan ibunya di dalam mihrab ketika dalam kandungan, semua orang tidak mengenalnya kecuali seorang wanita yang menjaga kesuciannya, sampai-sampai ada yang mengaitkannya dengan Harun dari keturunan israel yang mensucikan dirinya, yang tidak seorang pun mengenal dirinya dan keluarganya melainkan kebijakannya dan kebaikannya.
Itulah sosok seorang wanita yang suka berkhalwat untuk suatu kebaikan, darinya terlahir seorang nabi bagi kaumnya Isa as yang terlahir tanpa seorang ayah, membuktikan kepada seluruh manusia bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu.
Di dalam Al Quran kisah Maryam terekam pada surat Ali Imran dan Surat Maryam. Dalam surat ali Imran di gambarkan kisah keluarganya dan bagaimana ia di asuh dan dibesarkan oleh zakaria, dalam surat maryam dilanjutkan kisah bagaimana ia mensucikan darinya dan bagaimana Allah menunjukkan kebesaran Nya dengen memeberikan keistimewaan kepadanya melahirkan anak tanpa seorang ayah.

B.   Rumusan Masalah
Bagaimana kisah Maryam dan pendidikan apa yang dapat diambil dari kisah perjalanan kehidupan Maryam.
C.  Tujuan
Mengetahui kisah Maryam dan pendidikan apa yang dapat diambil dari kisah perjalanan kehidupan Maryam