Sabtu, 23 Maret 2013

Konsep Kecerdasan


Kecerdasan berasal dari kata cerdas yaitu sempurna perkembangan akal budi untuk berfikir dan mengerti (Departemen Pendidikan & Kebudayaan, 1993 : 186). Menurut definisi dalam kamus Oxford (2008 : 232), padanan kata cerdas yaitu, kata ‘intelegent’ didefinisikan sebagai berikut : good at learning, understanding and thinking in a logical way about things; showing this ability. Artinya baik dalam pengetahuan, memahami dan berfikir secara logis tentang sesuatu, memperlihatkan kemampuan.
            Terdapat beberapa pandangan dalam mendefinisikan kecerdasan. Dalam beberapa kasus, kecerdasan bisa termasuk kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan, atau kebijaksanaan. Namun, beberapa psikolog tak memasukkan hal-hal tadi dalam kerangka definisi kecerdasan. Kecerdasan biasanya merujuk pada kemampuan atau kapasitas mental dalam berpikir, namun belum terdapat definisi yang memuaskan mengenai kecerdasan. Stenberg & Slater mendefinisikannya sebagai tindakan atau pemikiran yang bertujuan dan adaptif (http: wikipedia.org : 2010).
            Terdapat perbedaan definisi antara kepintaran dengan kecerdasan, Kepintaran (Rudisisyanto : 2010)  adalah kemampuan seseorang dalam menyerap informasi berupa ilmu pengetahuan; informasi itu bisa dari mana saja. Informasi dari buku bacaan, dari internet, majalah, guru yang mengajar di kelas, amanat upacara, dan lain-lain. Seberapa banyak akumulasi dari informasi ilmu pengetahuan yang terserap ini menunjukkan seberapa pintarnya seseorang, dan karena daya serap informasi manusia itu berbeda-beda kadarnya; ada yang daya serap terhadap informasi baik dan ada yang kurang baik, maka ada sebutan orang yang pintar dan kurang pintar. Sedangkan kecerdasan adalah kemampuan dalam mengelola kepintaran yang  dimiliki.
Dalam Islam istilah kecerdasan disebutkan dengan kata ”Al-kaisu” sebagaimana disebutkan dalam riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad :

الكَيْسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ لِمَا عَمِلَ بَعْدَ المَوْتِ والْعَاجِزُ مَنْ اتَّبَعَ هَوَاهُ وتَمَنَّى عَلَى اللهِ (الحديث)
Artinya “Orang yang cerdas adalah yang mengendalikan dirinya, beramal untuk (kehidupan) setelah kematian, sedangkan orang yang lemah adalah yang mengikuti hawa nafsunya tapi banyak berangan-angan atas (karunia) Allah.” (Kitab Sunan Tirmizi : 2383).
            Dalam buku Psikologi Pendidikan (M. Dalyono, 2007 : 188) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kecerdasan, sehingga terdapat perbedaan kecerdasan seseorang dengan yang lain ialah :
     a.     Pembawaan Pembawaan ditentukan oleh sifat-sifat dan ciri-ciri yang dibawa sejak lahir.
  1. Kematangan : Tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tiap organ (fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing. Kematangan berhubungan erat dengan umur.
  2. Pembentukan : Pembentukan adalah segala keadaan diluar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan. Pembentukan dapat dibedakan kepada pembentukan sengaja dan pembentukan tidak sengaja.
  3. Minat dan pembawaan yang khas : Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu.
  4. Kebebasan : Kebebasan berarti bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode yang tertentu dalam memecahkan masalah-masalah.
            Kesemua faktor tersebut diatas bersangkut paut satu sama lain. Untuk menentukan kecerdasan anak, maka tidak hanya berpedoman kepada salah satu faktor tersebut diatas. Kecerdasan adalah faktor total. Keseluruhan pribadi turut serta menentukan perbuatan kecerdasan seseorang. (Kutipan Skripsi Zaenal Arifin)

0 komentar: